Kemantren Wirobrajan – Kota Yogyakarta
Tahun 2025
- Nama Wilayah: RW 05 Kelurahan Patangpuluhan
- Kemantren: Wirobrajan
- Kota: Yogyakarta
- Jumlah RT: 6 RT
- Jumlah KK: ± 277 KK
- Jumlah Penduduk: ± 780 jiwa
- Luas Wilayah: 0,8 ha
- Tipologi Lingkungan: Permukiman perkotaan padat penduduk, kawasan budaya dan ekonomi kreatif.
- Masyarakat RW 05 adalah masyarakat perkotaan sub urban, heterogen dengan mata pencaharian beragam.
- Didukung oleh Bank Sampah Bugisan Lima Marem, kader lingkungan, PKK, Posyandu, PAUD, Paguyuban Warga, sanggar seni, dan Karang Taruna.
- Kampung Wisata berbasis Seni Budaya.
- UMKM kreatif dan kuliner.
- RTH dan Ruang publik komunitas (Gedung serbaguna)
- Lahan Pertanian Perkotaan Urban Farming
- Bank Sampah Bugisan Lima Marem.
- Working Space Ekosistem Digital dan WIFI
- Tempat Ibadah Masjid
- Urban farming dan pemanfaatan halaman sempit.
- Pemanfaatan air hujan dan pengelolaan drainase.
- Edukasi sadar bencana.
- Penghijauan lingkungan.
- Pengelolaan sampah berbasis bank sampah.
- Pengurangan sampah plastik.
- Pemanfaatan energi efisien.
- Gerakan 3R.
- Green Culture Movement gerakan yang mendorong perubahan perilaku masyarakat menuju gaya hidup yang lebih baik, sehat dan berkelanjutan
- UMKM ekonomi sirkular.
- Kolaborasi dengan sekolah & komunitas.
- Penguatan data lingkungan & ProKlim.
- Sanggar seni sebagai ruang edukasi lingkungan.
- Penguatan bank sampah sebagai model edukasi lingkungan.
- Keterlibatan aktif dalam event budaya.
- Partisipasi dalam kegiatan lingkungan kota.
- Menjadi kampung tangguh iklim dan berkelanjutan.
- Penguatan ketahanan lingkungan dan ekonomi kreatif.
- Kolaborasi lintas komunitas.
“GREEN CULTURE: MULAI DARI KEBIASAAN, MENJADI PERADABAN.”
Menggabungkan nilai budaya, kearifan lokal, dan inovasi ramah lingkungan, gerakan ini mengajak setiap individu untuk menjadi bagian dari solusi—melalui aksi sederhana seperti memilah sampah, menghemat energi, menanam pohon, hingga menciptakan ruang hidup yang hijau dan bersih.
Tujuan akhirnya: mewujudkan lingkungan yang sehat, masyarakat yang berdaya, dan budaya hijau yang terus diwariskan.